Tong Tji berdiri di Tegal pada 1938 dan sejak itu menyeduh teh untuk momen sehari-hari orang Indonesia.
Dari sebuah kios kecil di Tegal, Tong Tji tumbuh menjadi salah satu nama teh paling dikenal di Indonesia. Resep dan cara meracik yang dipakai hari ini masih berakar pada kebiasaan yang sama: daun utuh, aroma kuat, dan harga yang masuk akal.
Poci tanah liat khas Tegal tetap jadi cara terbaik menikmatinya — diseduh pelan, disajikan panas, ditemani gula batu.
Kami bekerja langsung dengan kebun yang sudah lama menjadi mitra. Daun dipetik, dilayukan, lalu diwangikan dengan bunga melati segar berlapis-lapis selama beberapa malam.
Setiap kemasan disegel nitrogen supaya aroma tetap terjaga sampai di dapur Anda.
Teh bukan sekadar minuman. Ia jadi alasan orang duduk bersama, mengobrol, dan beristirahat sebentar. Itulah yang kami rawat sejak 1938.